[ChanYeol B’DAY Project FF] That Night’s

Image

at SM BUILDING

November 27, 2012

08.30 PM        

Yejin baru saja melangkah keluar dari gedung SM untuk berlatih disana. Yejin merogoh kantung celananya dan mengambil ponselnya. Dilihatnya angka menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Yejin pun menarik nafas dan memancarkan senyum indahnnya di bibirnya.

“Sebaiknya aku segera mempersiapkan semuanya.” Gumam Yejin lalu menyusuri jalana Gangnam tersebut. Matanya asyik mencari- cari sebuah toko yang dia cari. Tak lama kemudian, terlihat sebuah toko yang lumayan besar diujung jalan. Yejin pun mempercepat langkahnya dan memasuki toko tersebut.

Ketika Yejin masuk datang seorang pelayan melayani dirinya.

“Annyeonghaseyo. Ada yang bisa saya bantu agasshi ?” ujarnya ramah

“Nae, annyeonghaseyo. Saya ingin mencari kue ulang tahun.” Jawab Yejin

Pelayan tersebut menunjukkan beberapa etalase yang berisikan berbagai jenis kue ulang tahun yang cantik. Mata Yejin pun sibuk mencari- cari kue yang pas. Akhirnya kue berwarna putih dengan hiasan cantik diatasnya menjadi pilihan Yejin.

“Agasshi, bisakah kau membungkusnya untukku ?” Tanya Yejin

“Tentu, nona. Tolong tunggu sebentar.” Jawabnya lalu pergi meninggalkan Yejin diruang tunggu.

Yejin duduk disalah satu tempat duduk yang tersedia disana. Sesambil menunggu, Yejin meletakkan tas punggungnya dimeja dihadapannya. Kini, Yejin tengah memasangkan earphone ke telinganya.

Yejin mengetuk- ngetuk meja didepannya. Sudah sekitar 5 menit pelayan tadi tidak kembali- kembali. Yejin mulai merasa kesal. Ia tidak suka menunggu. Tiba- tiba, terlihat 4 orang pria misterius masuk kedalam toko tersebut. Yejin mengerutkan dahinya. Pria- pria ini. Yejin masih sibuk memutar ingatannya sampai salah satu dari mereka memanggilnya.

“Kim Ye Jin?!” tanyanya ragu sesambil melepaskan topi yang dikenakannya.

AAH! Yejin tersadar dari kesibukannya. Pemuda- pemuda ini adalah mereka. Yup, mereka. Si Baekhyun, Suho, Minseok dan Jongdae sunbae. Tentu saja Yejin mengenali mereka. Mereka dulu juga trainee di SM, sama seperti Yejin.

“Sunbae! Annyeonghaseyo.” Sapa Yejin lalu membungkukkan badannya. Keempat pemuda dihadapannya pun ikut membungkukkan badan mereka.

“Hya! Yejin-a, kau sedang apa disini ? oh iya, bagaimana kabar mu ?” Tanya antusias Suho.

“Aku baik, sunbae. Bagaimana dengan sunbae ? Aku sedang membeli kue sunbae.” Jawab Yejin ramah.

“Kami juga baik- baik saja. Kue? Kami juga akan membeli kue ulang tahun untuk Channie.” Jawab Minseok dan dibalas senggolan oleh Baekhyun.

“Suho Hyung, bisakan kau pilihkan kuenya. Aku ingin mengobrol dengan Yejin dulu.” Ujar Baekhyun lalu dibalas anggukan oleh Suho. Suho pun mengajak Xiumin dan Chen untuk meninggalkan Baekhyun dan Yejin.

“Bagaimana Yejin ? Sudah siap untuk debut ?” Tanya Baekhyun disembari tawa.

“Kemungkinan aku akan debut tahun 2014, sunbae.” Jawab Yejin ramah.

“Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Channie ?” Tanya Iseng Baekhyun. Berawal dari wajah yang ceria kini wajah Yejin lebih terlihat sedih.

“Kami baik- baik saja, Sunbae.” Jawab Yejin dengan senyum terpaksanya.

“Janganlah berbohong pada perasaanmu Yejin-ah.” Saran Baekhyun. Yejin bukannya menjawab melainkan memalingkan wajahnya dengan senyum terpaksanya. Sesaat kemudian, Yejin menatap kembali sunbae dihadapannya.

“Sunbae, bisakah aku meminta bantuanmu ?” Tanya Yejin ragu.

“Apa yang bisa kubantu ? Jika aku bisa pasti akan kubantu.” Jawab Baekhyun.

“Aku ingin kau ………..”

*****

Chanyeol tengah asyik menonton acara faforitnya. Dia tidak menyadari telah ada perubahan suasana pada dormnya hari ini. Ia merasa belum ada satupun yang menyapanya dari tadi pagi. Tidak ada yang mengacuhkannya. Chanyeol melihat ke sekelilingnya. Sepertinya dorm sangat sepi. Luhan dan Sehun pasti sedang membeli Bubble Tea. D.O terlihat tengah memasak didapur untuk makan malam. Kai, Tao dan Kris tengah pergi ke gedung SM. Lalu Bacon, Suho hyung, Chen hyung dan Xiumin hyung sedang membelikannya kue ulang tahun. Tapi mengapa mereka lama sekali ?. Sepertinya ada sesuatu yang ganjal.

“Kyungsoo-a! mengapa mereka sepi sekali ?” teriak Chanyeol kepada D.O didapur.

“Molla!” balas teriak D.O tidak perduli.

Chanyeol yang merasa kesal lalu masuk kekamarnya. Chanyeol membuka lemari bajunya dan menarik blazernya. Ada sebuah kertas jatuh dari kantong blazernya. Diletakkannya blazer keatas kasur dan mengambil sepucuk kertas yang tergeletak dilantai.

“Apa ini ?” gumam Chanyeol. Dan sepertinya itu kertas foto. Chanyeol pun membalik kertas tadi. Dan terlihat fotonya bersama seorang gadis. Gadis yang sangat dicintainya hingga sekarang. Kim Ye Jin. Dada Chanyeol terasa sesak begitu melihat foto tersebut. Foto itu mereka ambil setahun lalu saat dirinya berulang tahun.

**Flashback On**

“Saengil chukkae hamnida! Saengil chukkae hamnida! Saengil chukkae Chanyeol Oppa! Saengil chukkae hamnida!” begitu nyanyian gadisnya berhenti Chanyeol pun meniup lilin- lilin yang berada diatas kue ulang tahunnya.

“Aku tidak tahu jika kau seromantis ini!” puji Chanyeol terhdap Yejin.

“Aah, oppa! Ini aku membelikanmu hadiah. Bukan hadial yang special tapi semoga oppa menyukainya.” Ujar manja Yejin sembari menyerahkan sebuah kotak kepada Chanyeol.

“Apapun hadiah yang kau beri, pasti akan menjadi barang faforit ku, Jinnie!” ujar Chanyeol lalu mengambil kotak tadi. Dibukanya kotak berbentuk hati tadi. Isinya sebuah jaket baseball berwarna abu- abu dan putih. Selain itu, ada benda lain didalam kotak itu. Sebuah kalung pasangan. Berbentuk hati dan kunci. Chanyeol mengangkat kalung tersebut.

“Jelek ya oppa ? aku memang tidak pandai memilih hadiah.” Runtuk Yejin.

“Tidak jelek. Bagus, sangat bagus. Aku suka dengan hadiah darimu.” Ujar Chanyeol.

“Jeongmal ?” Tanya Yejin.

Chanyeol pun mengangguk dan memasangkan kalung dengan liontin hati di leher Yejin dan kalung berliontin kunci dilehernya.

“Aku tahu apa arti dari liontin kalung ini.” Ujar Chanyeol.

“Jinjja ?” ragu Yejin

“Nae. Kau dan aku seperti liontin dari kalung kita masing- masing. Kau adalah hati dan diriku adalah kunci. Hatimu akan selalu untuk Park Chanyeol. Tidak ada yang bisa menempatinya kecuali dia memiliki kunci hatimu. Dan pemegang kunci itu selamanya adalah diriku.” Ujar romantis Chanyeol lalu merangkul Yejin kepelukannya.

“Saranghae oppa!” gumam Yejin pelan sembari bersandar dipundak Chanyeol.

“Nado saranghae Yejin-ah!” balas Chanyeol lalu mengecup dahi Yejin dengan tulus.

**Flashback End**

Chanyeol pun menarik sebuah kalung dari laci mejanya. Terlihat kalung berliontin kunci. Chanyeol menggengam kunci tersebut lalu diletakkannya didepan dadanya.

“Yejin-ah, sesungguhnya aku masih mencintaimu. Sangat mencintaimu. Maafkan diriku karena harus membohongi diriku sendiri. Aku ini seorang pengecut. Seharusnya dari awal kau tidak pernah bersamaku. Aku hanya bisa menorehkan luka dihatimu. Maafkan aku. Seandaikan saja aku bisa mengulangi waktu. Aku ingin bersama dirimu lagi. Tapi aku tahu, itu semua tidak mungkin. Karena kini, semuanya hanya kenangan.” Gerutu Chanyeol.

*****

Yejin tengah berjalan menuju sebuah taman yang berada dikota Seoul itu. Yejin ingat saat dulu ia masih bersama dengan Chanyeol. Saat mereka menjalin hubungan dulu. Yejin ingat saat dulu mereka merayakan ulang tahun Chanyeol ditaman itu.

“Oppa, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Semoga kau tetap mengingat semua kenangan yang telah kita lakukan bersama. Aku mencintaimu, Oppa.” Gumam Yejin lalu menatap langit berhias bintang- bintang.

****

Terdengar suara pintu terbuka dan muncullah seempat orang pemuda.

“Hyaa~! Kalian lama sekali!” gerutu D.O pada keempat orang pemuda dihadapannya.

“Hyung, kalian membeli 2 kue ?” Tanya Sehun pada Baekhyun dan Suho yang membawa kotak besar ditangan mereka.

“Ani. Kami hanya membeli satu kue.” Jawab Chen sembari menganggukkan kepalanya.

“Lalu itu kue kan ?” Tanya Luhan sambil menunjuk kotak yang dibawa Baekhyun.

“Dimana Chanyeol ?” tanya Baekhyun mengalihkan pembicaraan.

“Dia ada di kamar.” Jawab datar Kris lalu Baekhyun pun melesat kekamarnya dan menemukan sesosok Chanyeol tengah menatapi selembar foto ditangannya.

“Channie . . .” panggil ragu Baekhyun.

“Aah, kau.” Kaget Chanyeol lalu memalingkan wajahnya sebentar dan menatap wajah Baekhyun lagi.

“Kau sedang apa ?” Tanya Baekhyun duduk disebelah Chanyeol.

“Aku tidak apa- apa.” Jawab Chanyeol pelan.

“Ada sesuatu untukmu .” ujar Baekhyun lalu menyerahkan sebuah  box yang dipegangnya. Chanyeol menerimanya dengan tidak yakin.

“Ini apa ?” Tanya Chanyeol mengerutkan dahinya.

“Ini dari Yejin-ah. Tadi dia menitipkannya padaku.” Jawab Baekhyun lalu Chanyeol membuka box dihadapannya. Terlihat sebuah jam tangan dan sneakers berwarna putih didalamnya. Chanyeol menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya. Chanyeol mengeluarkan sneakers tadi dan matanya membulat melihat sebuah barang didalam salah satu sneakers tersebut.

Chanyeol mengeluarkan sebuah kalung berliontin hati daridalam sneakers tersebut. Kalung ini. Kalung mereka.

“Oh iya Channie. Ada kartu ucapan juga untukmu.” Ujar Baekhyun lalu mengeluarkan sepucuk kartu ucapan berukurran sedang berwana biru dan putih.

Dear Chanyeol Oppa,

                                Annyeong oppa~^^ Bagaimana kabar mu? Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Aku sangat merindukanmu. Oh ya, Happy Birthday Oppa. Semoga keberuntungan selalu berpihak pada dirimu. Jaga kesehatanmu juga, Oppa. Fighting for you and EXO. Aku membelikanmu hadiah. Semoga kau menyukainya~^^

                                                                                                                                                               

 Kim Ye Jin

Chanyeol membaca kartu ucapan tersebut dengan mata yang berkaca- kaca. Ia menggenggam kalung berliontin hati tadi lalu mengambil jaket baseballnya dan melangkah pergi keluar dari kamarnya.

“Hyaa~! Channie! Kau mau kemana ?” Tanya Baekhyun dengan nada teriak mengejak Chanyeol yang melangkah keluar dari dorm.

“Mau kemana dia ?” Tanya Suho pada Baekhyun dan hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Baekhyun.

****

Yejin pov’s

Yejin tengah terduduk manis di sebuah papan ayunan berwarna kayu. Yejin memejamkan matanya. Yejin melihat jam diponselnya. Sudah menunjukkan pukul  sebelas lewat empat puluh lima menit. Lima belas menit lagi adalah ulang tahun Chanyeol. Yejin menghembuskan nafasnya diudara dingin malam itu dan memandangi bintang- bintang yang bertebarran dilangit.

*****

Chanyeol tengah berlari tak karuan mencari seseorang yang dicintainya. Kim Ye Jin. Chanyeol yakin, Yejin pasti berada ditaman ini. Sangat yakin malah. Chanyeol berjalan tak tentu arah berkeliling taman itu. Tiba- tiba, matanya menangkap sesosok wanita yang sedang bernyanyi riang sembari menatap kearah pangkuannya. Yejin tengah bernyanyi lagu selamat ulang tahun dan menatapi sebuah kue berukuran sedang berwarna putih dengan hiasan cantik diatasnya. Dada Chanyeol terasa sesak. Dia bahkan tidak merasakan adanya oksigen masuk ketubuhnya. Seluruh organ tubuhnya seperti berhenti bekerja. Chanyeol merasa dirinya lemah.

“Yejin-ah, mengapa kau seperti ini ?” gumam Chanyeol dengan mata yang berkaca- kaca.

“Saengil chukkae Chan Oppa. Mianhae, aku hanya merayakannya sendiri. Seharusnya kita merayakannya bersama- sama seperti dulu. Semoga kau selalu bahagia, Oppa.” Ujar Yejin lalu meneteskan air matanya. Dada Chanyeol semakin sesak saat melihat air mata turun menghujani pipi Yejin. Chanyeol merasa sangat lemah karena hanya bisa diam melihat gadis yang dicintainnya menangis. Chanyeol hanya bersembunyi menatapi Yejin dari balik pohon. Chanyeol merasa dirinya benar- benar pengecut. Ia tidak bisa berbuat apa- apa.

“Yejin-ah, jangan pernah menangis untukku. Air matamu terlalu berharga. Kau tidak pantas menangisi diriku. Mianhae, Yejin. Aku ini seorang pengecut karena hanya bisa melihatmu seperti ini. Aku ini seorang pengecut, Yejin! Untuk apa kau tangisi pengecut  sepertiku ini!” gumam Chanyeol penuh penyesalan lalu jatuh terpuruk dibalik batang pohon yang menutupi dirinya.

Air mata turun mengalir deras membasahi pipi Chanyeol. Ia hanya bisa berteriak didalam hati. Kini, ia sangat menyesal karena telah menyia- nyiakan Yejin. Kini para bintang yang menjadi saksi betapa menyesalnya Chanyeol. Para penghuni angkasa seperti ikut berduka atas penyesalan Chanyeol.

                                                              ***The End***

Advertisements